Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau


Rilis Berita : 2021-04-13 12:35:01

Pekanbaru - Kamis, 4 Maret 2021, Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, Mamun Murod memberikan sambutan pada Rapat Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021, Murod mengatakan, "untuk kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan instruksi Bapak Presiden Republik Indonesia agar dapat mengedepankan pencegahan dibandingkan penanggulangan, maka daripada itu Gubernur Riau sudah menerbitkan status siaga darurat pada tanggal 15 Februari 2021". Acara yang bertempat di Aula Dinas LHK Prov. Riau Lt.II. Acara di hadiri oleh UPT KPH Se-Provinsi Riau, PT. RAPP, PT. Asian Agri, PT. Arara Abadi, PTPN V, PT. Sambu, Kabid Proklim, beserta jajaran staf Dinas LHK Provinsi Riau.

“Tentunya pencegahan ini harus didukung oleh semua pihak, tidak hanya dari pemerintah saja, tapi juga perusahaan-perushaan yang bergerak di sektor agribisnis, kami juga meminta dukungan penuh di daerah-daerah yaitu melalui KPH-KPH yang ada di 13 lokasi. Dukungan ini juga kita dapatkan dari pemerintah pusat, dimana mereka sudah menurunkan water booming, selain itu Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga akan segera dilakukan tidak lama lagi untuk pencegahan kebakaran itu sendiri”, Ujar Murod.

Pencegahan kebakaran sendiri dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain melakukakn monitoring terhadap hotspot, meningkatkan partisipasi api dalam pencegahan karhutla, patrol mandiri, kampanye dan publikasi, menggandeng organisasi agama, komunikasi intensif dengan satgas karhutla di daerah, pemantauan dengan CCTV atau drone, serta tidak kalah penting adalah bagi perusahaan untuk dapat mempersiapkan personilnya untuk melakukan sosialisasi dan melakukan kegiatan-kegiatan dilapangan dalam pencegahan kebakaran.

Untuk dapat diketahui bahwa sudah ada 172 titik api (hotspot) di seluruh Riau, dengan luas kebakaran yaitu 492 Ha, antara lain di Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai, Siak, Pelalawan, Meranti, Rohil, Inhu dan Kampar. Oleh karena itu, kami berharap akan adanya koordinasi selalu, baik dari pihak perusahaan dan KPH untuk selalu memberikan laporannya mengenai karhutla, sehingga kebakaran dapat kita cegah lebih awal.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas LHK Prov. Riau juga memberikan penyerahan bantuan alat-alat sapras Dalkarhutla oleh kepada 4 KPH prioritas rawan karhutla. (MCR/DLHK)