Pelaksanaan Pelatihan Budidaya Lebah Madu Kelulut oleh UPT Pelatihan Dinas LHK Provinsi Riau


Rilis Berita : 2022-04-21 14:04:28

INHU – Rabu,16 Maret 2022, UPT Pelatihan Kehutanan dan Pemberdayaan Masyarakat DLHK Provinsi Riau menggelar Pembukaan Pelatihan Budidaya lebah madu jenis Kelulut bagi masyarakat kelompok masyarakat Desa Talang Lakat Kec Batang Gansal Kab. Indragiri Hulu.

Pelaksanaan Pelatihan budidaya lebah madu Kelulut atau lebih dikenal dengan nama ilmiah Trigona menjadi salah satu pilihan Program dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui UPT Pelatihan Kehutanan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk pengembangan perekonomian masyarakat di Provinsi Riau. pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tgl 16 Maret s.d 18 maret 2022. Dimana Peserta pelatihan berasal dsri kelompok masyarakat sekitar kawasan hutan yang berprofesi petani dan perkebunan.

Tidak sebatas memfasilitasi masyarakat desa mendapatkan pengetahuan tentang penangkaran madu kelulut, UPT Pelatihan juga juga memberikan bantuan kotak – kotak koloni lebah yang siap digunakan untuk sarana pengembang biakan.

Kepala UPT Pelatihan Bu Wiwik Suryani menjelaskan, pelatihan budidaya lebah kelulut didasari pertimbangan prospek pasar yang sangat bagus dengan harga jual yang tinggi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta sekaligus merubah mindset masyarakat utk pengembangan HHBK sehingga kelestarian hutan tetap terjaga. Proses budidaya juga memiliki kemudahan karena tidak memerlukan peralatan khusus.

Disamping itu Budidaya madu kelulut adalah kesempatan bagi masyarakat mendapatkan penambahan mata pencairan dan menambah penghasilan bagi masyarakat sebagai upaya dalam memperbaiki ekonomi di tengah pandemi Covid-19, program ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah provinsi riau dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat" sebutnya.

Selain mudah dalam pengembangan koloni, madu kelulut mempunyai beberapa kelebihan lainnya yakni, produktivitas propolis lebih tinggi, tahan terhadap hama penyakit, serta dapat di panen sepanjang waktu atau setidaknya 2 bulan sekali.

Madu yang dihasilkan lebah trigona merupakan madu super, karena kualitas madu jauh di atas jenis lebah lainnya. Tidak hanya menghasilkan madu, propolis atau getah madu kelulut memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

“Propolis adalah produk sampingan berupa getah yang dihasilkan oleh lebah madu yang nilai jualnya cukup mahal,” terang Wiwik.

Dalam sambutannya Kadis LHK Provinsi Riau yang diwakili Kepala UPT KPH Pelatihan Wiwik Suryani juga menyampaikan bahwa, UPT Pelatihan Kehutanan selalu melirik peluang – peluang yang berpotensi dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa sekitar hutan yang nantinya menjadi desa binaan UPT Pelatihan dan kami berharap peserta yang menerima pengetahuan dapat menularkan ilmu kepada masyarakat lainnya. menurut penjelasannya, menyatakan bahwa bibit lebah madu kelulut mudah beradaptasi dilingkungan untuk diternakkan dan mengingat pelaksanaan pelatihan HHBK ini cuma 3 (hari) hendaknya masyarakat benar benar mengikuti pelatihan dan memanfaatkan ilmu yg didapat dari narasumber.

UPT Pelatihan Kehutanan pada pelatihan kali ini menggandeng Narasumber pengajar dari Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kuok (BPSI LHK Kuok) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Praktisi Lebah Madu. menurut penjelasannya Avri Pribadi (BRIN) menyatakan bahwa bibit lebah madu kelulut mudah beradaptasi dilingkungan untuk diternakkan. “Satu kotak madu kelulut bisa dipindahkan menjadi beberapa kotak. Untuk bibitnya bisa juga diambil dari lingkungan sekitar desa,” jelas Avry.

Koloni lebah kelulut bisa bersarang pada dahan, ataupun batang pohon, celah bebatuan, tanah di hutan-hutan, bahkan di tempat yang tidak diduga-duga seperti celah tiang listrik dan pojokan bangunan rumah tua.

Peserta pelatihan diberikan penjelasan luas baik secara lisan maupun praktek lapangan dengan melakukan mendapatkan koloni dengan sistem toping, cara panen madu kelulut dan pemeliharan Koloni jelas Sasry (MCR/DLHK).