Sosialisasi Program Kemitraan Kewirausahaan Pengelolaan HHBK Kelompok Tani Hutan se Provinsi Riau


Rilis Berita : 2022-03-18 15:18:35

Pekanbaru – Senin, 14 Maret 2022, bertempat di Hotel Khas Pekanbaru, UPT Pelatihan Kehutanan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Program Kemitraan Kewirausahaan Pengelolaan HHBK Kelompok Tani Hutan se Provinsi Riau.

Salah satu kunci sukses mewujudkan kemandirian Kelompok Tani Hutan (KTH) adalah pendampingan dari KPH Kab/Kota yang berorientasi pada peningkatan dan pengembangan kemampuan KTH dalam kewirausahaan. Pengembangan kemampuan KTH dalam kewirausahaan sektor hasil hutan menjadi sangat penting dan dibutuhkan saat ini karena sangat banyak potensi hasil sumberdaya hutan di Provinsi Riau yang harus dikelola secara optimal. Melalui pengembangan kewirausahaan, diharapkan KTH dapat meningkatkan taraf perekonomian mereka sehingga dapat lebih berdaya dan mandiri, tanpa ketergantungan bantuan dari pihak lainnya.

Hasil survey yang dilakukan tim identifikasi dan pendataan program kewirausahaan KTH di KPH kabupaten/kota bahwa sebagian KTH Pemula umumnya masih lemah dalam kelola usaha. Menurut hasil survey, permasalahan utama yang dihadapi KTH adalah akses permodalan (28%), akses pemasaran (20%) dan kemitraan usaha (19%). Semua aspek tersebut merupakan bagian dari kewirausahaan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas LHK bpk Ir. Setyo Widodo, salah satu strategi peningkatan kompetensi kewirausahaan KTH harus diawali dengan transformasi pola pikir dan peningkatan kompetensi serta pendampingan kewirausahaan. Sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat. Dibutuhkan metode pengelolaan peningkatan kapasitas KTH yang berbeda dari biasanya (business as usual). Menurut pengalaman, pemahaman dari KTH/pelaku usaha di tingkat tapak yang sukses/berhasil merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis (tacit knowledge) bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) jelasnya.

Dalam rangka efektivitas dan efisiensi peningkatan kapasitas KTH dalam kewirausahaan, kegiatan dilakukan dalam bentuk Sosialisasi Kemitraan Kewirausahaan Berbasis Komoditi HHBK dengan materi pembelajaran yang lebih praktis dan narasumber/fasilitator utama dari Disperindag, penggiat HHBK Lebah Madu dan Aren. Sosialisasi Kemitraan kewirausahaan ini juga diharapkan menjadi media yang dapat mempertemukan Kelompok Tani Hutan dengan pelaku usaha dan pakar kewirausahaan sehingga dapat meningkatkan pelayanan pendampingan KTH dalam mengembangkan komoditas unggulannya. Berdasarkan hasil survey tim identifikasi di lapangan ada banya jenis komoditas HHBK unggulan dan potensial KTH untuk dikembangkan diantaranyanya Lebah Madu, Aren, Jernang, Mangrove, serai wangi dan masih banyak jenis HHBK yang lainnya.

Kepala UPT Pelatihan Kehutanan dan Pemberdayaan Masyarakat Wiwik Suryani S.STP, M.Si, menjelaskan bagaimana mengerakan kan KTH untuk dapat membuka usaha atau pekerjaan dibidang agroforestry pada kawasan sekitar hutan. Yang juga merupakan pilihan yang tepat untuk kelompok masyarakat desa sekitar hutan dalam mengembangkan usahanya. KPH Kabupaten/Kota juga diharapkan mendampingi dan mampu mendongkrak perekonomian dan menumbuh kembangkan kewirausahaan perekonomian KTH di Provinsi Riau.

Kegiatan ini disambut baik dan antusias oleh Kelompok Tani Hutan, salah satu nya peserta dari salah satu KTH di Kab Inhu dimana KTH selama ini masih banyak yang belum paham menjalan program kemitraan kewirausahaan ini. Sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mereka dalam bidang dan pengembagan kewirausahaan KTH ujarnya. (MCR/DLHK)