DLHK Riau Rapat Antisipasi Karhutla 2023


Rilis Berita : 2023-02-16 10:35:32

Pekanbaru - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi melakukan rapat bersama dengan stakeholder internal dan UPT KPH (Kesatuan Pengelola Hutan) serta Penanggung jawab usaha PBPH (Perijinan Berusaha Pemanfaatan Hutan) di Provinsi Riau pada tanggal 1 Pebruari 2023 bertempat di Kantor DLHK Riau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau yang diwakili oleh M. Fuad, Kepala Bidang Perubahan Iklim, Pengelolaan Limbah Padat Domestik dan Peningkatan Kapasitas, saat memimpin rapat menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi terjadinya el nino yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2023.

Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan review terhadap kesiapsiagaan UPT KPH, dan Perusahaan PBPH, kepatuhan penyampaian laporan, kesiapsiagaan SDM Regu Brigade Kebakaran Hutan dan Lahan, serta sarana prasarana yang dimiliki, sehingga el nino yang diprediksi akan terjadi tidak menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Pada rapat tersebut seluruh UPT KPH dan PBPH siap dan berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan karhutla melalui pemenuhan kewajiban sarana prasarana dan SDM sesuai kewajiban dalam regulasi yang berlaku, meningkatkan sosialisasi dan patroli di tingkat tapak, serta pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan serta apresisasi kepada masyarakat yang berperan dalam pencegahan karhutla.

Kadis LHK juga menghimbau agar seluruh masyarakat peduli dan ikut berperan aktif terhadap upaya pencegahan Karhutla tahun 2023 di Riau, hal ini juga sejalan dengan webinar yang dilaksanakan oleh Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia (A3I) pada tanggal 1 Pebruari 2023 dengan topik: Mengukur Prospek El Nino 2023 dan Antisipasi Dampaknya, bahwa el nino diprediksi akan terjadi di Indonesia pada tahun 2023, sehingga perlu diantisipasi dampaknya terhadap berbagai sektor, termasuk sektor kehutanan di Provinsi Riau.

El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum. (Tim Humas DLHK Riau)