PEKANBARU-Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Riau menggelar rangkaian kegiatan di kawasan Stadion Utama Riau Jalan Naga Sakti Pekanbaru Kamis (6/8/2026). Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Riau, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan perusahaan, serta tamu undangan, termasuk unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau yang turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan, khususnya pada aksi penanaman pohon. Rangkaian acara diawali dengan sambutan Gubernur Riau. Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah, termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pembangunan Riau yang berkelanjutan. Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat PROPER kepada perusahaan yang telah menunjukkan komitmen dan berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Riau terhadap kontribusi dunia usaha dalam pelestarian lingkungan. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti senam bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama serta pembagian voucher doorprize kepada para peserta. Gubernur Riau kemudian meresmikan Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan sarana dan prasarana olahraga serta mendukung pembinaan atlet agar semakin berprestasi. Rangkaian kegiatan berikutnya adalah peninjauan museum, sebelum ditutup dengan kegiatan penanaman pohon bersama di kawasan Stadion Utama Riau. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau menyiapkan 2.460 batang bibit pohon untuk ditanam pada area yang ekuivalen dengan luas sekitar 3,9 hektare. Area penanaman tersebut dibagi menjadi 52 bidang yang melibatkan 52 OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Adapun jenis bibit yang ditanam meliputi mahoni, pulai, ketapang kencana, dan trembesi. Pemilihan berbagai jenis tanaman tersebut diharapkan dapat menambah ruang hijau, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, penanaman 2.460 pohon ini merupakan bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim yang nyata. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu menyerap emisi gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida (CO₂), dari atmosfer secara bertahap melalui proses fotosintesis. Upaya ini menjadi kontribusi penting dalam menekan laju pemanasan global, memperbaiki kualitas udara, serta meningkatkan ketahanan lingkungan perkotaan terhadap dampak perubahan iklim. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon, keberadaan ruang hijau ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi efek pulau panas perkotaan (urban heat island), serta meningkatkan resapan air tanah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Keterlibatan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Riau dalam kegiatan penanaman pohon ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap pengarusutamaan kesetaraan gender dalam pengelolaan lingkungan. Partisipasi aktif perempuan dalam aksi pelestarian lingkungan menunjukkan bahwa upaya menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang peran gender. Kehadiran DWP juga memperkuat pesan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam edukasi lingkungan, penguatan kesadaran keluarga, serta keberlanjutan gerakan hijau di tingkat masyarakat. Kegiatan penanaman pohon menjadi simbol kepedulian sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, setiap OPD diharapkan tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga turut memastikan pemeliharaan dan keberlanjutan pertumbuhan pohon sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan Riau. Momentum Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk mewujudkan Riau yang maju, hijau, berdaya saing, dan berkelanjutan.(MC-DLHK Provinsi Riau)