Kelompok Tani Hutan Binaan UPT KPH Dinas LHK Prov. Riau Hasilkan Ratusan Produk UMKM


Rilis Berita : 2021-06-02 13:36:47

Pekanbaru – Rabu, 10 Maret 2021 bertempat di Riau Command Center, Kantor Gubernur Provinsi Riau, Gubernur Riau, Syamsuar didampingi Kadis LHK Prov. Riau, Mamun Murod meyelenggarakan acara peluncuran kegiatan “Penyiapan UMKM bidang Pemasaran Produk Kelompok Tani Hutan, binaan UPT KPH dalam lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau” yang merupakan kerjasama organisasi masyarakat sipil JMGR (Jaringan Masyarakat Gambut Riau) dengan SKK Migas Sumbagut dan PT. Chevron Pacific Indonesia. Meskipun dilaksanakan secara virtual, kami berharap tidak mengurangi semangat kita bersama untuk mendapatkan manfaat yang diharapkan, terutama bagi eksistensi KTH dan UMKM yang akan dibina dan diberdayakan.

“Pada kesempatan ini juga, Kami sangat mengapresiasi atas integritas JMGR yang berkomitmen untuk memotori inisiasi penggalangan dana TJSP/CSR guna menunjang keberhasilan Rencana Aksi Riau Hijau. Hal ini tentu sangat strategis mengingat kemampuan pembiayaan APBD dan APBN sangatlah terbatas, apalagi adanya prioritas alokasi pembiayaan mengahadpi situasi pandemi. Oleh karenanya inisiatif JMGR ini perlu kita dukung dan sukseskan bersama”, ujar Murod.

Mamun Murod juga mengatakan, produk yang dihasilkan kelompok tani hutan yang berada di 13 KPH Dinas LHK Riau. Hanya saja sekarang ini kelompok hutan mengalami stagnan, sebab produk yang dihasilkan tidak ada pemasaran. "Makanya kita mendorong agar produk kelompok tani hutan ini dapat dipasarkan dengan bekerjasama dengan JMGR agar produk ini bisa dipasarkan melalui UMKM," katanya.

Namun, UMKM dalam memasarkan produk itu harus ada modal untuk membuat kemasan produk. "Nah itu yang modali Chevron dan SKK Migas melalui CSR-nya. Namun kedepan kita tidak menutup kemungkinan perusahaan lain akan membantu seperti Pertamina dan lainnya. Paling tidak produk-produk kelompok hutan ini bisa segera terjual di pasaran," terangnya.

Lebih lanjut Murod menjelaskan, masing-masimg daerah memiliki keunggulan produk, misalnya saja Jernang di Kuansing. Jernang ini satu kilogramnya bisa mencapai Rp4,8 juta yang sudah jadi. "Kita bayangkan saja kalau 1.400 hektare Jernang, bisa hebat-hebat masyarakat Kuansing nantinya. Kemudian di Rokan Hulu kita kembangkan gula aren. Kalau di Kepulauan Meranti ada sagu, Mandah ada madu dan lainnya," ujarnya.(MCR/DLHK)